Gus Dur memang tokoh dan guru bangsa yang patutu untuk kita kenang dan hormati, perjalanan beliau selalu membawa kesan tersendiri. Lihat saja KPU: Surat Suara Tercoblos di Malaysia Anggap Sampah Saja, Ini Tanggapan Serius Jimly Asshiddiqie ini yang begitu mengesnakan, peristiwa yang patut untuk kita kenang dan tidak kita lupakan begitu saja. Dalam dakwah dan perjalanannya sering kali orang kurang melihat Gus Dur dari sisi ulama salaf yang mempuni, beliau lebih dilihat dari tokoh pluralisme yang menjunjung tinggi ke beragaman sesuai dengan Kebinikaan kita sebagai negara Pancasila. Saat anda melihat Gus Dur dari dunia pesantren maka anda akan tahu bahwa Gus Dur merupakan tokkoh yang mempuni dibidang keagamaan berbagai kitab mampu beliau hafal beserta sanand lengkapnya.Serta ke zuhudan yang melekat dalam dirinya pun dapat kita temukan dalam kehidupan kesehariannya.
Sehingga tidak heran jika KPU: Surat Suara Tercoblos di Malaysia Anggap Sampah Saja, Ini Tanggapan Serius Jimly Asshiddiqie tidka pernah dilupakan oleh generasi berikutnya. Namun sayang bagi kelompok yang kurnag menyukai Gus Dur beliau cuma dipandang sebelah maka sebagai orang yang penuh kekurangan fisik saja. Namun jika orangitu mau membuka dengan pikiran jernihnya maka kelebihan dan ke pandian beliau belum tentu bisa ia tandingi. Dan jika kurnag percaya atau kurang mengenal akan Gus Dur silahkan untuk baca profil perjalanan beliau ini melalui KPU: Surat Suara Tercoblos di Malaysia Anggap Sampah Saja, Ini Tanggapan Serius Jimly Asshiddiqie semoga anda mendapat jawaban dari ketidak sukaan anda. Selamat membaca:
 |
Lokasi surat suara tercoblos di Malaysia (Istimewa) |
Komisioner KPU RI Ilham Saputra mengatakan surat suara yang diduga tercoblos di Selangor, Malaysia, sudah dianggap sebagai sampah. Alasannya, keaslian surat suara itu belum bisa dipastikan karena KPU tidak diberikan akses oleh polisi setempat untuk memeriksa temuan itu.
"Kami tidak menghitung yang (surat suara) ditemukan itu, dianggap sampah saja," kata Ilham Saputra di kantor KPU RI di Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (14/4/2019), seperti dikutip
Republika.
Pernyataan mendapat tanggapan serius dari Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie.
“Statemen seperti ini memang tidak seharusnya datang dari penyelenggara pemilu dengan kesan menyederhanakan masalah. KPU harus profesional & perlihatkan dengan baik profesionalismenya dalam mengatasi masalah. Yang salah katakan salah & lakukan koreksi & tindak tegas tanpa pandang bulu sesuai aturan,” kata Jimly melalui akun Twitter pribadinya, @JumlyAs, Ahad
(14/4/2019) malam.
Twit itu pun viral. Hingga berita ini ditulis, twit tersebut telah diretwit 1.264 kali dan difavoritkan 1.810 pengguna Twitter.
Selain menuliskannya di Twitter, Jimly mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada KPU.
“Sudah saya beritahu langsung juga,” tambahnya.
0 komentar:
Posting Komentar