Minggu, 02 April 2017

Penegakan Hukum Kunci Demokrasi ala Gus Dur

Sobat Gus Dur yang di rahmati Allah, Gus Dur memang sudar pulang kerahmat Allah namun perjuangan dan idiologi beliau selalu hidup dengan ajaran-ajarannya yang selalu kita ikuti bersama. Kehumanisan dan kegigihan beliau dalam menjaga NKRI yang begitu iklas serta tidak pernah goyah akan kedudukan dan kekuasaan dapat tercermin dalam keadaan beliau yang rela melepaskan jabatan kePresidenan pada waktu itu.Tidak akan pernah habis jika kita membicarakan tingkah pola Gus Dur dari yang nyeleh dan aneh sampai dengan yang logis dan ilmiah.Kecerdasan dan ketajaman pikirnya tidak semua orang bisa menandinginya.Hafalan yang begitu kuat dan ilmu yang begitu luas seakan selalu menyemat dalam dirinya.

Gus Dur memang tokoh dan guru bangsa yang patutu untuk kita kenang dan hormati, perjalanan beliau selalu membawa kesan tersendiri. Lihat saja Penegakan Hukum Kunci Demokrasi ala Gus Dur ini yang begitu mengesnakan, peristiwa yang patut untuk kita kenang dan tidak kita lupakan begitu saja. Dalam dakwah dan perjalanannya sering kali orang kurang melihat Gus Dur dari sisi ulama salaf yang mempuni, beliau lebih dilihat dari tokoh pluralisme yang menjunjung tinggi ke beragaman sesuai dengan Kebinikaan kita sebagai negara Pancasila. Saat anda melihat Gus Dur dari dunia pesantren maka anda akan tahu bahwa Gus Dur merupakan tokkoh yang mempuni dibidang keagamaan berbagai kitab mampu beliau hafal beserta sanand lengkapnya.Serta ke zuhudan yang melekat dalam dirinya pun dapat kita temukan dalam kehidupan kesehariannya.

Sehingga tidak heran jika Penegakan Hukum Kunci Demokrasi ala Gus Dur tidka pernah dilupakan oleh generasi berikutnya. Namun sayang bagi kelompok yang kurnag menyukai Gus Dur beliau cuma dipandang sebelah maka sebagai orang yang penuh kekurangan fisik saja. Namun jika orangitu mau membuka dengan pikiran jernihnya maka kelebihan dan ke pandian beliau belum tentu bisa ia tandingi. Dan jika kurnag percaya atau kurang mengenal akan Gus Dur silahkan untuk baca profil perjalanan beliau ini melalui Penegakan Hukum Kunci Demokrasi ala Gus Dur semoga anda mendapat jawaban dari ketidak sukaan anda. Selamat membaca:



Peneliti Kebijakan Publik, Ahmad Maftuchan mengatakan, dalam berdemokrasi, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bukan hanya bertindak sebagai pemikir, namun juga mempraktikannya. Lebih jauh, kita bisa mengeja demokrasi karena kedalaman pikiran dan tindakan nyata Gus Dur.

Hal tersebut disampaikan Maftuchan pada sesi ‘Gus Dur dan Demokrasi’ dalam Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) 2, Jaringan GusDurian Jakarta di kantor Yayasan Puan Amal Hayati, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (1/4).

“Saya pernah menemani petani-petani yang menolak pabrik semen di Pati untuk bertemu Gus Dur. Waktu itu para petani bercerita saat ditangani polisi mendapatkan kekerasan, lalu memblokade jalan. Mereka juga meminta Gus Dur untuk langsung membela mereka. Mereka yang hadir berharap Gus Dur memberikan statmen yang keras yang bisa menggelorakan semangat. Tetapi Gus Dur justru memberikan statemen yang mencerminkan sikap kenegaraan yang sudah tinggi sekali yakni penegakan hukum,” urai Maftuchan.

Menurut Direktur Perkumpulan Prakarsa itu, ide Gus Dur dalam demokrasi menjadikan penegakan hukum sebagai kunci. Selain beraksi, juga harus menjunjung penegakan hukum, karena penegakan hukum adalah adalah kunci bernegara.

“Para petani itu kaget dengan saran GD. Kita tahu bahwa upaya hukum yang menyangkut masyarakat kecil biasanya tidak berpihak dan biayanya mahal seperti datang ke pengadilan, membiayai pengacara, melakukan kajian hukum. Juga memakan waktu lama karena ada sidang-sidang,” Maftuchan meneruskan cerita.

Namun, dari kejadian tersebut, demikian Maftuchan, bisa disimpulkan bagaimana cara untuk mengeja cara Gus Dur dalam demokrasi, yakni tegaknya hukum. Hukum sebagai panglima dalam kehidupan bernegara.

“Oleh karenanya kemudian timbul pertanyaan, apakah demokrasi akan berada hanya di tangan satu dua kekuasaan saja?” renung Maftuchan.

Dalam menyebarkan pemikirannya tentang demokrasi, Gus Dur memiliki strartegi khusus, yakni mengirimkan tulisannya ke berbagai media.

“Omong-omong soal menulis, beliau tidak memperhitungan medianya apa. Tidak pilih-pilih hanya menulis untuk media besar saja. Beliau pemurah dalam mengirimkan tulisan. Beliau membagi rata diseminasi gagasan. Belum lagi judul, misalnya ‘Demokratisasi Model Kampung’. Ini bukan judul asal. Ini bukan saja sari pati demokrasi di mana ada satu pertanyaan yang sederhana: apakah kita akan mementangkan pencapaian individu dan masyarakat secara penuh atau menyerahkan sepenuhnya pada penguasa sebagai strategi kuno,” papar Maftuchan.

Demokrasi dan kebebasan merupakan satu kata kunci. Gus Dur menawarkan itu sebagai model kampung. Dengan strategi tersebut, Gus Dur mewujudkan adanya perlakuan warga yang sama di mata UUD. Ketimpangan bisa diselesaikan dan demokrasi benar-benar meaningful dalam konteks yang lebih luas.

Dari cerita ini bisa ditarik dalam kontekas yang lebih luas ketika mendampingi petani Kendeng, tulisan itu berkaitan. “Tulisan itu nyambung dengan perilaku keseharian Gus Dur. Tidak ada perbedaan atara  tulisan dengan yang dijalankan Gus Dur,” tegas Maftuchan. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Sumber : nu.or.id

Judul Artikel lain:


Penegakan Hukum Kunci Demokrasi ala Gus Dur

Judul artikel terkait :Penegakan Hukum Kunci Demokrasi ala Gus Dur
Alamat link terkait :Penegakan Hukum Kunci Demokrasi ala Gus Dur
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Penegakan Hukum Kunci Demokrasi ala Gus Dur

0 komentar:

Posting Komentar