Selasa, 19 Juli 2016

Gusdur Memberi Segenggam Pasir, Terbangun Rumah Mewah

Sobat Gus Dur yang di rahmati Allah, Gus Dur memang sudar pulang kerahmat Allah namun perjuangan dan idiologi beliau selalu hidup dengan ajaran-ajarannya yang selalu kita ikuti bersama. Kehumanisan dan kegigihan beliau dalam menjaga NKRI yang begitu iklas serta tidak pernah goyah akan kedudukan dan kekuasaan dapat tercermin dalam keadaan beliau yang rela melepaskan jabatan kePresidenan pada waktu itu.Tidak akan pernah habis jika kita membicarakan tingkah pola Gus Dur dari yang nyeleh dan aneh sampai dengan yang logis dan ilmiah.Kecerdasan dan ketajaman pikirnya tidak semua orang bisa menandinginya.Hafalan yang begitu kuat dan ilmu yang begitu luas seakan selalu menyemat dalam dirinya.

Gus Dur memang tokoh dan guru bangsa yang patutu untuk kita kenang dan hormati, perjalanan beliau selalu membawa kesan tersendiri. Lihat saja Gusdur Memberi Segenggam Pasir, Terbangun Rumah Mewah ini yang begitu mengesnakan, peristiwa yang patut untuk kita kenang dan tidak kita lupakan begitu saja. Dalam dakwah dan perjalanannya sering kali orang kurang melihat Gus Dur dari sisi ulama salaf yang mempuni, beliau lebih dilihat dari tokoh pluralisme yang menjunjung tinggi ke beragaman sesuai dengan Kebinikaan kita sebagai negara Pancasila. Saat anda melihat Gus Dur dari dunia pesantren maka anda akan tahu bahwa Gus Dur merupakan tokkoh yang mempuni dibidang keagamaan berbagai kitab mampu beliau hafal beserta sanand lengkapnya.Serta ke zuhudan yang melekat dalam dirinya pun dapat kita temukan dalam kehidupan kesehariannya.

Sehingga tidak heran jika Gusdur Memberi Segenggam Pasir, Terbangun Rumah Mewah tidka pernah dilupakan oleh generasi berikutnya. Namun sayang bagi kelompok yang kurnag menyukai Gus Dur beliau cuma dipandang sebelah maka sebagai orang yang penuh kekurangan fisik saja. Namun jika orangitu mau membuka dengan pikiran jernihnya maka kelebihan dan ke pandian beliau belum tentu bisa ia tandingi. Dan jika kurnag percaya atau kurang mengenal akan Gus Dur silahkan untuk baca profil perjalanan beliau ini melalui Gusdur Memberi Segenggam Pasir, Terbangun Rumah Mewah semoga anda mendapat jawaban dari ketidak sukaan anda. Selamat membaca:


Gusdurfiles ~ Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka, KH Maman Imanulhaq bercerita mengenai “karomah” Gus Dur yang dirasakan olehnya. Diceritakan bahwa suatu hari Kiai Maman ditanya oleh Gus Dur.

“Kang Maman udah punya rumah belum?” tanya Gus Dur

“Belum Gus, ada juga garasi punya mertua, saya bikin rumah,” jawab Kiai Maman.

“Oh kalau begitu tidak apa-apa,” tukas Gus Dur enteng.

“Nanya kok gak apa-apa Gus?” kata Maman dalam hatinya penuh dengan pertanyaan.

Setahun kemudian, Kiai Maman berkesempatan ziarah dengan Gus Dur ke makam Sunan Gunung Jati Cirebon, tiba-tiba disana Gus Dur pegang tangan Kiai Maman sambil memberi pasir.

“Kiai Maman mulai besok bangun rumah ya, ini pasirnya,” ujar Gus Dur.

Dalam hati Kiai Maman berpikir dan bertanya-tanya, kok nyumbang pasir hanya segenggam?

Tapi anehnya Gus Dur mengulangi ucapannya itu agar Kiai Maman segera membangun rumah.

“Pokoknya besok mulai saja bangun rumah, berapa pun anda punya uang,” kata Gus Dur kepada Kiai Maman.

Esoknya, dengan modal 60 juta rupiah Kiai Maman memberanikan diri untuk mulai membangun rumah.

“Pada saat membangun rumah itu betul-betul Allah memudahkan, salah satunya ketika belanja bahan bangunan ke seorang China,  dia ngasih pinjaman, kita ngambil seluruh kebutuhan bahan bangunan, hanya karena satu hal, dia tahu bahwa saya dekat dengan Gus Dur. Kemudahan itu yang membuat rumah saya selesai dibangun,” paparnya.

Malahan, lanjut Kiai Maman, “ada beberapa bahan bangunan yang diikhlashkan. Kenapa?  Karena orang China itu merasa bahwa Gus Dur telah memberikan ‘ruh’ bagi kehidupan mereka waktu Gus Dur jadi Presiden. Ada semacam keterkaitan antara perjuangan Gus Dur terhadap kaum minoritas, dalam hal ini kaum Tionghoa,” tambahnya.

Alhamdulillah, rumah Kiai Maman sudah terbangun cukup megah, berlantai dua dan sering dikunjungi oleh banyak orang dari berbagai kalangan mulai dari rakyat biasa, sampai para tokoh nasional seperti menteri dan jenderal.

“Gus Dur waktu itu bilang, ini bukan hanya sekedar rumah untuk dirimu, tetapi ini adalah rumah kemanusiaan, karena semua bisa masuk” pungkasnya

(NU.or.id/arifan)

Judul Artikel lain:


Gusdur Memberi Segenggam Pasir, Terbangun Rumah Mewah

Judul artikel terkait :Gusdur Memberi Segenggam Pasir, Terbangun Rumah Mewah
Alamat link terkait :Gusdur Memberi Segenggam Pasir, Terbangun Rumah Mewah
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Gusdur Memberi Segenggam Pasir, Terbangun Rumah Mewah

0 komentar:

Posting Komentar