Gus Dur memang tokoh dan guru bangsa yang patutu untuk kita kenang dan hormati, perjalanan beliau selalu membawa kesan tersendiri. Lihat saja Saat Wafat, Wajah Gus Dur bercahaya ini yang begitu mengesnakan, peristiwa yang patut untuk kita kenang dan tidak kita lupakan begitu saja. Dalam dakwah dan perjalanannya sering kali orang kurang melihat Gus Dur dari sisi ulama salaf yang mempuni, beliau lebih dilihat dari tokoh pluralisme yang menjunjung tinggi ke beragaman sesuai dengan Kebinikaan kita sebagai negara Pancasila. Saat anda melihat Gus Dur dari dunia pesantren maka anda akan tahu bahwa Gus Dur merupakan tokkoh yang mempuni dibidang keagamaan berbagai kitab mampu beliau hafal beserta sanand lengkapnya.Serta ke zuhudan yang melekat dalam dirinya pun dapat kita temukan dalam kehidupan kesehariannya.
Sehingga tidak heran jika Saat Wafat, Wajah Gus Dur bercahaya tidka pernah dilupakan oleh generasi berikutnya. Namun sayang bagi kelompok yang kurnag menyukai Gus Dur beliau cuma dipandang sebelah maka sebagai orang yang penuh kekurangan fisik saja. Namun jika orangitu mau membuka dengan pikiran jernihnya maka kelebihan dan ke pandian beliau belum tentu bisa ia tandingi. Dan jika kurnag percaya atau kurang mengenal akan Gus Dur silahkan untuk baca profil perjalanan beliau ini melalui Saat Wafat, Wajah Gus Dur bercahaya semoga anda mendapat jawaban dari ketidak sukaan anda. Selamat membaca:
Gusdurfiles.Com ~ Jenazah Gus Dur disemayamkan di ruang tengah, di bawah lampu kristal. Pukul 00.28, Kamis (31/12) sholat jenazah dilakukan secara bergantian.
Terlihat Ali Mochtar Ngabalin, mantan anggota DPR RI ikut mensholatkan Gus Dur di barisan depan. Di belakangnya, terdapat puluhan orang yang ikut sholat.
Ruangan seluas 50m2, terlihat sesak penuh oleh pengunjung. Para pengunjung bergantian masuk. Kawasan Warung Sila, Ciganjur penuh dengan ribuan orang,
Jenazah Gus Dur diletakkan di atas tempat tidur dengan ditutupi kain putih. Bagian wajah ditutupi dengan kain transparan.
Para tamu yang bergantian men-sholatkan jenazah, menyaksikan betapa wajah Gus Dur terlihat bersih dan bercahaya.
Dari kain kerudung transparan, wajah Gus Dur tampak berbeda dari biasanya. Lebih putih dan bersih.
Meski, suasana di rumah itu begitu terasa sedih. Beberapa orang meneteskan airmata.
Di depan pintu, ada mantan asisten pribadi Gus Dur, Al Zastrow. Dia memandu orang-orang untuk sholat jenazah.
Terlihat juga putri pertama Gus Dur, Alissa yang terus menerus didatangi tamu dan bersalaman. Semuanya terlihat memberi dukungan agar keluarga Gus Dur tabah.[im
Sumber :muslimoderat
0 komentar:
Posting Komentar