Selasa, 21 Maret 2017

Gaji Hasil Kerja Gus Dur Habis Disedekahkan

Sobat Gus Dur yang di rahmati Allah, Gus Dur memang sudar pulang kerahmat Allah namun perjuangan dan idiologi beliau selalu hidup dengan ajaran-ajarannya yang selalu kita ikuti bersama. Kehumanisan dan kegigihan beliau dalam menjaga NKRI yang begitu iklas serta tidak pernah goyah akan kedudukan dan kekuasaan dapat tercermin dalam keadaan beliau yang rela melepaskan jabatan kePresidenan pada waktu itu.Tidak akan pernah habis jika kita membicarakan tingkah pola Gus Dur dari yang nyeleh dan aneh sampai dengan yang logis dan ilmiah.Kecerdasan dan ketajaman pikirnya tidak semua orang bisa menandinginya.Hafalan yang begitu kuat dan ilmu yang begitu luas seakan selalu menyemat dalam dirinya.

Gus Dur memang tokoh dan guru bangsa yang patutu untuk kita kenang dan hormati, perjalanan beliau selalu membawa kesan tersendiri. Lihat saja Gaji Hasil Kerja Gus Dur Habis Disedekahkan ini yang begitu mengesnakan, peristiwa yang patut untuk kita kenang dan tidak kita lupakan begitu saja. Dalam dakwah dan perjalanannya sering kali orang kurang melihat Gus Dur dari sisi ulama salaf yang mempuni, beliau lebih dilihat dari tokoh pluralisme yang menjunjung tinggi ke beragaman sesuai dengan Kebinikaan kita sebagai negara Pancasila. Saat anda melihat Gus Dur dari dunia pesantren maka anda akan tahu bahwa Gus Dur merupakan tokkoh yang mempuni dibidang keagamaan berbagai kitab mampu beliau hafal beserta sanand lengkapnya.Serta ke zuhudan yang melekat dalam dirinya pun dapat kita temukan dalam kehidupan kesehariannya.

Sehingga tidak heran jika Gaji Hasil Kerja Gus Dur Habis Disedekahkan tidka pernah dilupakan oleh generasi berikutnya. Namun sayang bagi kelompok yang kurnag menyukai Gus Dur beliau cuma dipandang sebelah maka sebagai orang yang penuh kekurangan fisik saja. Namun jika orangitu mau membuka dengan pikiran jernihnya maka kelebihan dan ke pandian beliau belum tentu bisa ia tandingi. Dan jika kurnag percaya atau kurang mengenal akan Gus Dur silahkan untuk baca profil perjalanan beliau ini melalui Gaji Hasil Kerja Gus Dur Habis Disedekahkan semoga anda mendapat jawaban dari ketidak sukaan anda. Selamat membaca:


Dulu, ketika Gus Dur masih memimpin NU, Surahman, tetangga desa saya, pernah bekerja membantu beliau di PBNU. Saban hari menunggu kantor PBNU, sekaligus membersihkan kamar di mana Gus Dur duduk berkantor. Sebelumnya, dia sempat beberapa tahun membantu di rumah Kiai Fuad Amin (alm), pengasuh pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, mertua saya, sambil mengaji. Lalu Kiyai Fuad menugaskannya di PBNU.

Surahman pernah bercerita kepada saya mengenai pengalamannya bekerja di PBNU dan menemani dan melayani Gus Dur. Katanya, setiap hari Gus Dur menerima banyak sekali surat dari warga dan umatnya di daerah-daerah. Ada pengurus NU, Kiai, santri, petani, nelayan, tukang kebun, pedagang kelontong, dan lain-lain. Surat-surat itu dibacanya satu per satu. Kebanyakan isinya adalah permohonan bantuan dana untuk keperluan yang beragam, baik untuk fasilitas organisasi, pembangunan masjid, mushalla, madrasah, pesantren atau untuk diri sendiri dan keluarganya yang sedang kekurangan biaya hidup.
Gus Dur membacanya satu persatu dengan teliti. Ia lalu mengambil kartu pos wesel yang sengaja disiapkan dan ditaruh di laci meja kerjanya. Kemudian ia menulis dengan tangannya sendiri. Di dalamnya ia menuliskan angka rupiah tertentu dan berbeda-beda.

Gus Dur mengambil honor-honor yang diperolehnya dari tulisan yang dimuat atau dari seminar
yang dihadirinya, lalu dibagi menurut pertimbangannya sendiri. Gus Dur lalu memanggil Surahman dan memintanya membawa pos-pos wesel itu ke kantor Pos dan mengirimkannya ke alamatnya masing-masing. Bersama dengan kartu-kartu pos wesel itu Gus Dur juga menyerahkan uangnya.
Saat itu tidak ada orang lain di situ, kecuali dirinya (Surahman). Pengurus PBNU yang lain tak pernah tahu soal yang satu ini. Jika kemudian ada yang tahu, maka pastilah dari mulut Surahman sendiri, tidak yang lain. Bukan sekali saja Surahman diminta mengerjakan tugas pribadi tersebut, dan dia tidak tahu Gus Dur masih punya uang lagi atau tidak, sesudah itu.

Adik saya, sekaligus keponakan Gus Dur; Nanik Zahiro, juga bercerita kepada saya. Dia pernah kuliah di Institute Ilmu Al Qur’an (IIQ), Jakarta, awal tahun 90-an, dengan biaya dari Gus Dur. Setiap bulan, dia datang ke PBNU untuk bertemu pamannya itu, mengambil uang indekos dan biaya kuliahnya. Suatu hari dia pernah kehabisan uang, karena uang dari Gus Dur digunakan untuk keperluan lain yang tidak terduga. Dia sebenarnya sudah minta kiriman dari ayahnya di Tambak Beras, Jombang, tetapi belum juga tiba. Dia datang ke Gus Dur di kantor PBNU untuk meminta bantuan tambahan, mendadak dan mendesak. Tetapi ketika itu Gus Dur sedang tak punya uang. Namun beliau tak menolaknya. Ia mengatakan: “Tunggu sebentar ya, Nan. Saya akan pergi dulu sebentar.”

Gus Dur pergi ke tempat sebuah seminar yang hari itu kebetulan harus dihadirinya. Tidak lama, sesudah itu beliau kembali ke kantor. Keponakannya masih menunggu di situ. Lalu menyerahkan amplop honor seminar yang masih tertutup rapat itu kepadanya. “Ambil seperlunya saja ya?” katanya. Nanik menerimanya dengan senang. Kemudian dia membuka amplop itu di hadapan pamannya itu. Sesudah menghitung isi amplop tersebut, dia bilang bahwa keperluannya adalah seluruh isi amplop itu. Gus Dur diam saja. “Ya sudah, enggak apa-apa.”

(Ditulis Oleh KH. Husein Muhammad, 18 Desember 2014)

Sumber : muslimoderat.net

Judul Artikel lain:


Gaji Hasil Kerja Gus Dur Habis Disedekahkan

Judul artikel terkait :Gaji Hasil Kerja Gus Dur Habis Disedekahkan
Alamat link terkait :Gaji Hasil Kerja Gus Dur Habis Disedekahkan
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Gaji Hasil Kerja Gus Dur Habis Disedekahkan

  • Penyesalan Gus DurPresiden ke empat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah bikin berang DPR. Gus Dur pernah menyebut para anggota dewan yang gemar ribut itu seperti di ...
  • Martin van Bruinessen: Gus Dur orang Indonesia paling bekenGusdurfiles.com ~ Peneliti dan Penulis Belanda Martin van Bruinessen mengatakan Kiai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memiliki peran sentral dalam NU pada zamannya. Dia m ...
  • Rizal Ramli: Saya suka era Gus Dur, sering diberi misi khususGusdurfiles.com ~ Sejak dilantik menjadi menteri koordinator kemaritiman Agustus lalu, Rizal Ramli kerapkali mengurusi pekerjaan di luar kewenangannya. Semisal, Rizal pe ...
  • Kesan Cak Lontong Bergaul dengan Orang NUPelawak Cak Lontong mengaku lahir dalam tradisi NU. Pada masa kecilnya, dia kerap mengikuti tahlilan yang diadakan tetangganya. Bahkan ia juga pernah mengikuti tradisi z ...
  • Cak Lontong: Saya Kan GusdurianPelawak Cak Lontong mengaku sebagai orang yang berpihak kepada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Muktamar NU Pondok Pesantren Cipasung pada 1994. Ia mengikuti peristiw ...

0 komentar:

Posting Komentar