Gus Dur memang tokoh dan guru bangsa yang patutu untuk kita kenang dan hormati, perjalanan beliau selalu membawa kesan tersendiri. Lihat saja Inilah Tiga Tokoh yang Dihormati Gus Dur ini yang begitu mengesnakan, peristiwa yang patut untuk kita kenang dan tidak kita lupakan begitu saja. Dalam dakwah dan perjalanannya sering kali orang kurang melihat Gus Dur dari sisi ulama salaf yang mempuni, beliau lebih dilihat dari tokoh pluralisme yang menjunjung tinggi ke beragaman sesuai dengan Kebinikaan kita sebagai negara Pancasila. Saat anda melihat Gus Dur dari dunia pesantren maka anda akan tahu bahwa Gus Dur merupakan tokkoh yang mempuni dibidang keagamaan berbagai kitab mampu beliau hafal beserta sanand lengkapnya.Serta ke zuhudan yang melekat dalam dirinya pun dapat kita temukan dalam kehidupan kesehariannya.
Sehingga tidak heran jika Inilah Tiga Tokoh yang Dihormati Gus Dur tidka pernah dilupakan oleh generasi berikutnya. Namun sayang bagi kelompok yang kurnag menyukai Gus Dur beliau cuma dipandang sebelah maka sebagai orang yang penuh kekurangan fisik saja. Namun jika orangitu mau membuka dengan pikiran jernihnya maka kelebihan dan ke pandian beliau belum tentu bisa ia tandingi. Dan jika kurnag percaya atau kurang mengenal akan Gus Dur silahkan untuk baca profil perjalanan beliau ini melalui Inilah Tiga Tokoh yang Dihormati Gus Dur semoga anda mendapat jawaban dari ketidak sukaan anda. Selamat membaca:
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menyebut nama-nama tokoh di Indonesia yang ia kagumi, saat menghadiri acara “Tribute to Prof. Dr. M. Quraish Shihab” di Kampus UIN Jakarta,
November 2009 silam.
Dalam acara pelepasan Quraish Shihab sebagai Guru Besar Fakultas Ushuludin itu hadir Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Din Samsyuddin (saat itu Ketua PP Muhammadiyah), kolega dan kerabat Quraish Shihab, serta ribuan civitas akademika UIN Jakarta.
“Ada tiga orang yang sangat saya hormati di Indonesia,” papar Gus Dur.
“Pertama, Pak Quraish Shihab.”
Seluruh hadirin serius menyimak.
“Yang kedua, almarhum Nurcholis Madjid.”
Gus Dur melanjutkan, “Yang ketiga…”
Suasana auditorium utama kian hening. Seluruh hadirin pasang telinga lebar-lebar. Siap menerima informasi baru.
“Yang ketiga… Saya enggak mau kasih tahu.”
“Gerrrrr…” Keheningan pun pecah. Gus Dur ternyata memberi kejutan terakhir dengan informasi kosong.
Source: www.khazanahalquran.com
0 komentar:
Posting Komentar